comScore
Share by :

Dear Working Mom, Bingung Cara Pamitan Dengan Anak? Ini Tipsnya!

Bookmark
Image Source:https://i.pinimg.com/736x/d0/97/ff/d097ff90950a0a142aa617f6cc8b58fb--kids-diet-working-moms.jpg

Hola Mommies!

Melanjutkan tulisanku sebelumnya yang berjudul Dear Working Mom, Stop Feeling Guilty, kali ini saya mau menuliskan tips untuk pamitan dengan anak sebelum berangkat bekerja. Saya tahu apapun caranya akan tetap terasa berat. Anak mungkin akan tetap menangis. Tapi coba diperhitungkan bukan dari kencangnya suara tangisan/ teriakan anak tapi dari efek jangka panjangnya bagi perkembangan emosi anak.

Yuuuuk Moms,
1. Dengan berat hati perlu saya bilang untuk bangun lebih pagi. Saya paham sekali kalau nambah tidur 10 menitpun sangat berarti. Tapiii sepertinya perlu dilakukan lebih pagi bagi working mom. Sebisa mungkin saat anak bangun pagi ibu sudah rapi, alis sudah on point, bulu mata sudah melambai, lipstik sudah merekah di bibir. Biasaa, anak ketika bangun kan yang dicari ibunya untuk sekedar cuddling dan leha-leha. Jadi ada quality time dulu sebelum berangkat kerja. Bangun mood anak sebelum serah terima dengan pengasuh hehe. Juga punya tambahan waktu untuk menenangkan anak apabila menangis saat pamitan.


Image Source: smiletutor.sg

2. Pamitan secara langsung "mama pergi kerja dulu ya". Sebaiknya jangan pergi diam-diam dengan alasan tidak tega melihat anak menangis. Misal "sebentar mama ke kamar mandi aja kok", "Gak mama gak pergi cuma nyalahin mobil aja", "sebentar mama cuma ke warung aja tuh di depan, sebentar kok", atau meminta pengasuh bawa anak ke dalam rumah untuk dialihkan perhatiannya lalu ibu cuuusss pergi. Perlu diingat, anak kemudian akan tetap sadar ibunya ternyata benar pergi dan ini lebih menyakitkan dan mengecewakan buat mereka. Bahayanya hal ini bisa menanamkan pikiran pada anak kalau ibunya suka berbohong, ibunya tidak bisa dipercaya. Emosi anak bisa mudah meluap dan lebih sulit ditenangkan.


Image Source: cartoonstock.com

3. Untuk anak yang lebih besar, bisa dijelaskan "mama pulang jam sekian, sampai rumah kira-kira jam sekian". Jangan disampaikan "sebentar aja kok mama kerjanya". Kasian maaak kalau anaknya menunggu dengan harap-harap cemas, resah gelisah. Karena sebentar bagi kita, lama bagi mereka.

4. Janjikan (dan lakukan) sepulang kerja akan ada waktu bersama berdua. Tidak perlu selalu menjanjikan akan membelikan sesuatu sepulang kerja. Selain bisa menyebabkan bokek hehehe, lama kelamaan anak jadi merasa harus ada 'hadiah' jika melakukan sesuatu. 


Image Source: abovethelaw.com 

Berat ya moms? I know. Sudah dicoba cara-cara ini tapi anak tetap menangis saat pamitan? Sabar ya moms. Semua butuh waktu. Semoga nanti ketika anak sudah tidak menangis lagi saat ibu pamitan kerja bukan karena dia lelah, marah, dan kecewa, tapi karena dia sudah paham dan mengerti kalau ibunya akan tetap pulang lalu akan menggantikan sekian jam yang terpisah dengan kegiatan yang berkualitas. ❤

Catch up later on my next post :)

    Komentar Artikel Ini
    {{comment_count||0}}
    Sort by{{sorted_by}}
    Like!
    Newest
    Reply
    • {{comment.nam}}
      {{ comment.nam }}
      {{ comment.commented_at }}
      Edit
      Delete
      Reply
      {{comment.gd}} Likes
      {{comment.bd}} Bads
      Delete
      This comment was deleted.
    more comments >>
    Loading...
    Latest
    You should cek also
    Tags:

      Recommended
      Recommended Forum
      Popular Forum
      Related Articles
      Related Articles
      My Clips
      Popular Articles
      Category Articles