comScore
Share by :

BYEEEEEE ASI! (My Kid's WWL Journey)

Bookmark
Image Source:http://www.forestlanepediatrics.com/wp-content/uploads/2017/05/mom-holding-baby-illustration-268x300-268x300.jpg

Hola Mommies!

Siapa disini yang sedih saat memasuki masa2 menyapih??
SAYA! SAYAA! SAYAAAAA! 

Saya sih sedih banget waktu itu :(. Maunya menyusui terusss, tapi kan gak bagus juga ya kalau kelamaan. Masa nanti lagi main sepeda sama teman2nya dia haus terus parkir dulu dan minta nyusu (direct) YAAA KELEEUUSSS hahaha..
Tapi bukan saya aja yang sedih, pastinya anaknya juga.


Ini foto Raline pas dihari ulang tahunnya yang ke-2. Gak senyum sama sekali. Bukan di foto aja, tapi seharian itu murung, sedih, sempet nangis juga. Dia gak mau disebut2 lagi ulang tahun, gak mau tiup lilin apalagi potong kue. Padahal meminya udah bikinin kue ultah spesial warna orange krn saat itu Raline lagi suka warna orange plus cupcake2 centil. Tapi kuenya disuru simpen aja, gak boleh dikeluarin. Cuma mau lihat dari foto aja.


Btw, ini penampakan kuenya. Nama kuenya KP3C (Kue Penyak Penyok tapi Penuh Cinta). Atau bisa juga disebut kue 'Yang Penting Jadi'.

Okeee kembali ke masalah persusuan. Jadi penyebab Raline murung itu karena dia udah tau akan disapih. Sebenarnya, mau apapun metode menyapih yang dipilih pasti tetap ada dramanya. Tapi saya pilih WWL (Weaning With Love) karena ini cara yang paling lemah lembut bagi si ibu dan anak. Mengurangi drama dan sakit bagi si ibu. Beruntunglah bagi ibu2 yang melewati masa ini tanpa drama apapun. Kan ada tuh yg masuk umur 2 tahun tiba2 anaknya udah gak mau nyusu. Enaakk bangeett deh kalo kaya gini. Nah dengan WWL harusnya Raline gak perlu semurung itu. Tapi ada kesalahan pas prosesnya :(. Nanti saya cerita.

Weaning With Love atau menyapih dengan cinta adalah proses menghentikan ASI, namun si anak yang menentukan kapan dia siap berhenti. Biasanya dilakukan bertahap.

Cara2 yg bisa dilakukan (based on my experience):
1. Tidak mengoleskan balsam, obat merah, atau segala macam oles2an ke payudara agar anak gak mau menyusu. Mendekati usia 2 tahun memang anak menyusu bukan lagi karena lapar atau haus, tapi sumber rasa aman dan nyaman. Kalau secara tiba2 sumber rasa aman dan nyamannya itu dihentikan atau dimanipulasi bisa berdampak emosi anak terganggu.
2. Jangan memaksa, tidak menolak tapi juga tidak menawarkan. 1 minggu pertama mengurangi menyusu siang. Akhir minggu pertama menyusu siang udah stop total tinggal menyusu malam. Sempat dia uring2an tapi gak minta, jd saya juga gak menawarkan. Biasa dialihkan ajak main atau yaaa digendong deh sampai tidur. Untuk menyusu malam dia masih minta jadi tetap saya berikan. Minggu ke-2 mengurangi menyusu malam. Tepat di akhir minggu ke-2, menyusu malam juga berhenti (usia 2 tahun lewat 2 minggu). Dia sendiri yg bilang "Mi, yayin gak nen lagi ya". Yeaaayyyyy! 
3. Selama dikurangi bertahap itu, tiap malam sebelum tidur saya bisikkan kata2 cinta merayu aduhai. Seperti "kalopun gak nen, memi tetep sayang", "nanti kita bobonya pelukan aja", "kalo udah besar gausah nen lagi, kan udah pinter minum di gelas", "klo udah gak nen nanti enak deh main2nya gak keganggu bisa lama". Yaaa gitu2 deh, diatur aja kalimatnya senyaman buibuk ya..

Lamaaaa ya prosesnya, tapi dengan perlahan ini, bisa mengurangi resiko payudara bengkak dan nyeri loh karena tidak dihentikan mendadak. Anak juga gak berlarut2 sedihnya karena dia sendiri yang memutuskan. Beruntunglah yang bisa menyapih tanpa drama dan tanpa bengkak hihihihi..

Oh ya, kesalahan yang tadi saya bilang yang bikin Raline murung berlebihan di hari ulang tahunnya, karena beberapa minggu sebelum ulang tahun ke-2 nya udah banyak yang nyuru Raline untuk berhenti nyusu. Kalimat2 seperti "nanti abis tiup lilin udah GAK BOLEH nyusu lagi ya" itu yang bikin dia sedih. Bahkan pas ditanya mau kado apa untuk ultahnya, dia bilang "mau kado nen aja" :(. Sampai di malam ultahnya pun diajak main kuda2an kesukaannya di mall dekat rumah dia tetap murung.


Baru setelah saya menerapkan cara2 diatas esok harinya, emosinya berangsur2 membaik. Jadi saran saya, karena menyusui itu sesuatu yang personal antara ibu dan anak, maka mengakhirinya juga antara ibu dan anak saja. Tidak perlu ada interfere dari orang lain. ❤

Catch up later on my next post :)
    Komentar Artikel Ini
    {{comment_count||0}}
    Sort by{{sorted_by}}
    Like!
    Newest
    Reply
    • {{comment.nam}}
      {{ comment.nam }}
      {{ comment.commented_at }}
      Edit
      Delete
      Reply
      {{comment.gd}} Likes
      {{comment.bd}} Bads
      Delete
      This comment was deleted.
    more comments >>
    Loading...
    Latest
    You should cek also
    Tags:

      Recommended
      Recommended Forum
      Popular Forum
      Related Articles
      Related Articles
      My Clips
      Popular Articles
      Category Articles